Author: haikal ambri
•02.11

apa ukurannya kasih sayang seorang bapa??


Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbongkok-bongkok, disertai suara batuk-batuknya.

Anak perempuannya itu bertanya pada ayahnya : "Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-kerut dan berkedut-keduat. Badan ayah yang kian hari kian membongkok ?" Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang berehat di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab ayah lelaki." Itulah jawapan ayahnya. Anaknya itu tergamam : "Saya tidak mengerti." Dengan berkerut apabila mendengar jawapan dari ayahnya.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak perempuannya itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian ayahnya berkata : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki." Demikian bisik ayahnya, yang membuat anak wanita itu bertambah kebingungan.

Kerana perasaan ingin tahu , kemudian anaknya itu menghampiri Ibunya lalu bertanya kepada Ibunya : "Ibu, mengapa wajah ayah semakin hari semakin berkerut dan berkedut? Dan badannya kian hari kian membongkok? Ayah tidak mengeluhpun dengan keadaannya yang membongkok itu.

Ibunya menjawab : "Anakku, jika seorang lelaki yang benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarga memang akan jadi begitu ." Hanya itu jawapan si ibu.

kasih ayah tak ternilai...tiada gantinya...


Anak perempuannya itupun kemudian mula dewasa, tetapi dia tetap saja kehairanan, mengapa wajah ayahnya yang tadinya tampan menjadi berkerut-kerut dan badannya menjadi bongkok ?

Hingga pada suatu malam, dia bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu kalimat sebagai jawapan rasa hairannya selama ini.

"Saat Kuciptakan lelaki, aku menjadikannya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tulang belakang dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap hujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan dilindungi."

"Kuciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulang menyara seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya."

"Kuberikan kudrat kepadanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari titis keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak kebuluran, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya."

"Kuberikan keperkasaan dan mental yang teguh yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Kuberikan kesabaran dan ketekunan yang akan membuat dirinya sentiasa berusaha membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya."

"Kuberikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam keadaan dan situasi apapun juga, walaupun anak-anaknya selalu melukakan perasaannya, melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kekuatan apabila dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara.

"Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesedaran terhadap anak-anaknya tentang perlunya menuntut ilmu untuk bekalan masa hadapan, walaupun seringkali ditentang bahkan diperlecehkan oleh anak-anaknya."

"Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahawa Isteri yang baik adalah Isteri yang setia terhadap suaminya, Isteri yang baik adalah Isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Kuberikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahawa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup didalam keluarga sakinah dan badannya yang terbongouk-bongkok agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-laki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, demi kelangsungan hidup keluarganya."

"Kuberikan kepada lelaki tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang belakang, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh lelaki, walaupun sebenarnya tanggungjawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat."

Terbangun anak perempuannya itu, dan segera dia berlari, bersuci, berwudhu dan melakukan solat malam hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berzikir, ketika ayahnya berdiri anaknya itu mencium tangan ayahnya.

"Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah."



psst: kasih ayah tiada ternilai..hargailah dan sayangi ibu dan ayah selagi mereka masih bernafas.Jangan sekali2 melukakan hati mereka..Moga kita juga bakal menjadi bapa-bapa yg baik ^_^


psst1: dalam surah al-isra menyebutkan bagaimana kita harus memperlakukan org tua kita.

Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. (QS. Al-Israa: 23-24)


psst2: Marilah kita berdoa kepada Allah bahwa kita akan melakukan yang terbaik untuk kedua orangtua kita, untuk menghormati mereka, bersikap baik kepada mereka, membantu mereka dan menyenangkan mereka dalam cinta dan kasih sayang Allah.


“ Ya Allah! Terimalah doa kami dan jadikanlah kami sebagai hamba Mu yang patuh”


“Ya Allah! Bantulah kami agar kami dapat menjadi anak-anak yang selalu menghormati kedua orangtua kami. “


Amin.



psst3: saya sedang berusaha untuk memperbaiki penulisan dan sedang cuba sedaya upaya untuk selalu update artikel kat blog ini.Tak mahu jadikan sibuk sebagai alasan.Rasulullah sendiri yg lebih super sibuk juga masih mampu untuk mengencarkan dakwah, berniaga,memimpin keluarga dan buat mcm2 lagi sekaligus.Inikan pula saya yg sekerdil ini.Mari kita ikuti sebaik2 teladan ini.Moga Allah permudahkan..


Link ke posting ini
Author: haikal ambri
•17.21

facebook..mampu jadi baik atau buruk..


Semenjak empat bulan terlibat dalam menyampaikan mesej kebaikan, melarang kemungkaran melalui facebook. Disedari terdapat beberapa cara penggunaannya yang patut ditegah dan boleh jatuh perbuatan tersebut kepada haram, malah berganda-ganda haramnya.

Perlakuan dan perbuatan melalui facebook yang boleh mengundang dosa terlalu banyak, namun di kesempatan ini, cukup saya senaraikan enam perkara, iaitu :-


1) Mendedah keaiban suami, isteri di facebook.

Terdapat beberapa kes yang dilihat sama ada secara langsung atau tidak langsung, pemilik facebook meluahkan perasaan sedih, kecewa, benci, marah terhadap pasangan di ruang status mereka. Mendesak suami atau isteri juga melalui status facebook. Kemudian, status tersebut mendapat komentar pelbagai dari rakan-rakan mereka. Sebagai contoh, ada yang secara terbuka mendesak suami membeli rumah, kereta, pinggan mangkuk, perabot, pakaian dan sebegainya melalui status mereka. Tertekanlah suami serba salah.

Sebagaimana yang disebut oleh ramai specialist di dalam bidang rumah tangga, kebanyakan wanita suka berkongsi dan meluahkan perasaan mereka kepada orang lain sebagai pelepas kepada beban yang ditanggung. Adakalanya ia mungkin bukan bertujuan untuk menjatuhkan suaminya, bukan pula untuk tujuan membuka aib suami atau untuk mencari penyelesaian. Pendedahan itu hanya sebagai pelepas tekanan di dalam diri.

Namun, tanpa disedari perbuatan tersebut tergolong dalam mengumpat yang diharamkan oleh Islam. Semua perlu memahami bahawa mereka tidak boleh sewenangnya bercerita perihal rumahtangga atau pasangan mereka secara terbuka sama ada melalui facebook atau kepada rakan di pejabat dan sebagainya. Sebarang masalah yang sudah tidak dapat diselesaikan olehnya, hanya dibenarkan untuk diluahkan kepada seseorang yang diyakini punyai autoriti seperti ibubapa, mertua dan adik beradik yang diyakini boleh berperanan membantu, bukan berpotensi mengeruhkan lagi keadaan. Boleh juga dikongsikan secara tertutup kepada pihak ketiga seperti Qadhi, Mufti, para ilmuan sama ada Ustaz, Ustazah atau Kaunselor Rumahtangga.

Pendedahan masalah dan info yang boleh mengaibkan suami (dan isteri) TIDAK DIBENARKAN sama sekali disebarkan melalui facebook. Apabila ia dilakukan, ia dengan mudah sekali boleh mengundang dosa.

Terdapat sebahagiannya info tidak secara langsung mengaibkan pasangan, tetapi selaku pembaca, kita dapat ‘membaca' dan mengetahui secara tersirat bahawa si pemilik sedang ‘perang dingin' dengan pasangannya. Ada juga yang difahami, suaminya sedang gagal memenuhi apa yang diingininya, bersifat kurang baik kepadanya dan sebagainya. Ingatlah semua, rumahtangga adalah amanah, jangan meruntuhkannya melalui facebook.

Beramanahlah, berikan suami dan isteri anda password facebook anda, agar mereka sentiasa boleh meneliti mesej-mesej yang dihantar kepada anda. Boleh juga pasangan berperanan selaku penyemak dan memadam (delete) mana yang perlu jika dimasukkan secara emosi tanpa pertimbangan aqal yang wajar.


2) Terlebih gambar

Ramai di kalangan wanita hari ini sudah mempunyai facebook, mungkin sudah menjadi lumrah wanita yang biasanya inginkan kecantikan dan pujian terhadap kecantikannya. Oleh itu, semakin ramai wanita yang memuatkan gambar mereka, sama ada jarak dekat, sangat dekat ( sehingga memenuhi kotak gambar) dan jauh (beramai-ramai atau seorang diri). Ditambah pula lagi dengan gaya, aksi dan fesyen yang pelbagai.

Agak pelik juga kerana sebahagian mereka sudah bersuami dan kelihatan suami mereka memberikan sepenuh keredhaan atas tayangan gambar sedemikian kepada khalayak, tanpa sebarang rasa cemburu dan prihatin. Lebih merbahayakan, ramai pula lelaki yang menontonnya, sebahagiannya memberikan pujian, malah ada yang berani bergurau senda, dan membuat ‘lamaran' nafsu.

Lebih pelik, tuan punya facebook yang sepatutnya mampu mengawal dan memadam sebarang komen kurang etika, kelihatan membiarkan sahaja lamaran nafsu (seperti ajakan berdating, kahwin-padahal telah bersuami) tersebut di ruangan komentar gambarnya, tanpa rasa bersalah.

Berterusan bercanda mereka melalui ruang komentar, si lelaki dan wanita ada juga yang telah beristeri dan bersuami, cuma atas tiket kawan lama, sepejabat dan sebagainya, hal tersebut dibiarkan. Malah jika kedua-duanya masih bujang sekalipun, ia tetap BERDOSA dan SALAH di sisi Islam kerana ia termasuk dalam kategori larangan Allah ‘janganlah kamu menghampiri zina'.

Saya bimbang, ramai pula lelaki yang menjadi dayus dek kerana gambar isteri terdedah aurat ( atau menutup aurat kurang sempurna) ditayang sehabisnya di facebook. Baca perihal ciri lelaki dayus di sini .


3) Penyamaran

Lelaki menyamar sebagai wanita untuk menjadi friend dan seterusnya mendapat maklumat wanita. Ada dilaporkan juga, sebahagian lelaki berang kerana tidak diluluskan menjadi ‘friend' seseorang wanita. Akibatnya, si lelaki tidak mendapat kemudahan akses kepada gambar-gambar wanita tersebut. Bagi membolehkannya mendapat akses, terdapat lelaki yang mula menyamar menjadi wanita, meletakkan gambar mana-mana wanita yang boleh dijumpai secara mudah tertebaran di interent, diletakkan sebagai dirinya. Melalui cara itu, lelaki ini berjaya menjadi friend dan menonton seluruh gambar wanita terbabit dan berbuat apa yang disukainya dengan gambar itu.

Si wanita yang pada asalnya merasa selamat kerana merasakan dirinya telah menapis sebaiknya, rupanya masih terdedah gambarnya kepada yang orang yang tidak sepatutnya. Kerana itu, walau anda hanya membenarkan friend untuk menatapi gambar anda, pastikan semua gambar tersebut masih terhad dan terjaga.


4) Download gambar untuk simpanan dan tatapan.

Dimaklumkan juga, akibat dek kerana gambar wanita yang terlalu ‘bersepah' difacebook, terdapat lelaki berhati buas yang memuat turun gambar tersebut dan disimpan sebagai koleksi peribadinya. Justeru, sedarlah, mana-mana wanita yang dikurniakan Allah punyai ‘rupa' yang menurut pandangan ramai sebagai elok dan menawan. Golongan sebegini amat perlu sekali lebih berwaspada lebih daripada mereka yang lain.

Malangnya, golongan sebegini kelihatan lebih ghairah menjaja gambar mereka untuk mendapat lebih banyak pujian dan ...'DOSA'. Simpan sahajalah gambar-gambar 'kiut' (cute) anda, cukuplah ia buat tatapan suami. Cukuplah pujian rakan sekeliling yang benar-benar mengenali anda. Tidak perlulah tamakkan pujian manusia luar.

Tunggu sahajalah pujian para malaikat dan bidadari di Syurga nanti, terlampau tidak sabarkah wahai diri? Sedarilah, ke'kiut'an anda mungkin menjadikan sebuah rumahtangga hancur, kecemburuan wanita lain, kerana boleh wujud gejala suami yang membanding-bandingkan wajah dan tubuh anda dengan isterinya. Jika itu berlaku, pemilik gambar mendapat saham dosa.


5) Tagging gambar tanpa izin dan gambar silam yang membuka aurat.

Tagging atau menandakan sesuatu gambar yang disiar merupakan satu fungsi mudah untuk menyebarluaskan gambar seseorang termasuk diri sendiri kepada kenalan dan rakan. Malangnya fungsi ini menjadi sumber dosa yang banyak juga dewasa ini. Isu ini juga pernah ditulis oleh beberapa penulis lain seperti Ust Abu Umair dan Sdr Shahmuzir. Saya ingin menegaskan lagi tulisan mereka.

Ini adalah kerana, terdapat ‘trend' menyebarkan gambar-gambar lama, dan kemudian meletakkan tagging kepada individu di dalam gambar. Perlu disedari, setiap gambar yang di'tag', akan muncul dan boleh dilihat oleh semua friend, dan rakan kepada friend tersebut juga boleh menontonnya.

Ini boleh menjadi dosa, kerana :-

a- Sebahagian individu di dalam gambar terbabit mungkin dahulu tidak menutup aurat, tetapi kini telah menutup aurat. Justeru penyebaran gambarnya yang tidak menutup aurat adalah haram.

b- Individu terbabit berada di dalam rumah, bersama keluarga, justeru penutupan auratnya tidak begitu sempurna kerana di dalam rumah sendiri atau di dalam keadaan ‘candid', tetapi akibat ketidakperihatinan sebahagian ahli keluarga terhadap hal aurat. Gambarnya yang sedemikian tersebar. Sepatutnya, kita yang di'tanda' boleh dengan segera delete 'tag' itu, hasilnya walau gambar masih tersiar tetapi ia tidak mempunyai sebarang pengenalan. Itu paling kurang boleh dilakukan oleh individu yang prihatin dan berawas-awas. Namun malangnya, sebahagian pemilik facebook tidak sedar mereka boleh ‘untagged' nama mereka. Malah kalau mereka boleh untagged sekalipun, penyebaran gambar sedemikian tetap salah dan berDOSA di dalam Islam.

c- Gambar mengaibkan orang lain. Gambar yang disiarkan itu, walaupun menutup aurat, tetapi dalam situasi mengaibkan. Mungkin ia tidak mengaibkan individu yang menyiarkannya kerana dia dalam keadaan baik dan bagus. Namun rakannya berada dalam situasi mengaibkan, tambahan pula dia kini merupakan ‘seseorang' yang terhormat, punyai kedudukan baik di mata masyarakat,. Apabila gambar sedemikian disiarkan, ia mencemar nama baiknya. Penyiaran sebegitu sama seperti mengutuknya secara langsung di khalayak ramai, sama ada sengaja atau tidak, semua perlu sedar..anda mungkin bebas menyiarkan gambar anda, namun gambar orang lain. Keizinan perlu diperolehi terlebih dahulu sebelum siaran dibuat.


6. Mengutuk diri sendiri & kebaikan

Adakalanya terdapat juga wanita-wanita berpenampilan cukup solehah, berpakaian extra caution dalam bab aurat sewaktu zaman universiti atau sekolahnya. Namun sesudah masuk ke alam pekerjaan dan perkahwinan, imejnya berubah begitu drastik dengan make up cukup jelas menghiasi wajah, baju bekerlipan warnanya, yang tebal dahulu sudah jadi nipis, adakalanya tidak sempurna dan macam-macam lagi. Alasannya? Seribu satu macam. Suami pula mungkin bukan dari jenis yang cermat untuk menegur dan menasihat.

Yang menyedihkan, apabila tersiar gambar lamanya yang berpakaian extra caution lagi sopan di facebook, disiarkan oleh rakan-rkana lama. Tuan punya tubuh, kelihatan tanpa malu dan segan mengutuk dirinya sendiri sama ada secara langsung atau tidak langsung. Lahirlah kata-kata, ‘zaman aku ekstrem', ‘zaman solehah', ‘waktu innocent', zaman-zaman suci', 'itu zaman kuno dulu', 'itu masa duduk bawah tempurung' dan lain-lain frasa yang sepertinya.

Tanpa disedarinya, ia mendedahkan keaiban dirinya sendiri, apabila berkata zaman solehah, bermakna kini adakah dia mengaku tidak lagi solehah?, kini tidak suci?. dan lain-lain. Ia juga sekaligus seolah mengutuk pemakaian sopan dirinya dahulu. Ingatlah wahai diri, jika tidak mampu istiqamah atas pakaian dan penampilan dahulu, janganlah sampai mengutuknya. Kerana ia sama seperti mengutuk pakaian yang sopan lagi baik, seolah mendahulukan yang kurang baik.


KESIMPULAN

Itulah facebook, ia boleh menjadi sumber pahala, jika diguna dengan betul, boleh menjadi pemudah azab jika digunakan tanpa ilmu dan limitasi. Berhati-hatilah dan berpada-padalah pemilik facebook.

Niat untuk mendekatkan ukhuwwah antara rakan lama, sekolah dan sebagainya tidak sama sekali boleh menghalalkan sembangan mesra, gurauan senda di antara suami dan isteri orang, antara lelaki dan wanita yang bukan mahram. Ia hanya akan membawa kepada kemudaratan dan keruntuhan rumahtangga. Janganlah lagi mempermainkan nama 'ukhuwah' untuk berbuat dosa.

Ukhuwwah itu hanya terhad sesuatu yang membawa kepada ingatan kepada Allah, mengajak kebaikan dan menjauh kemungkaran. Lihatlah surah al-Hujurat dan fahamkan kalam Allah sebaiknya akan erti ukhuwwah di kalangan mukmin.



psst: sumber dari www.zaharudin.net...

psst1: facebook ibarat pisau..ianya mampu dijadikan alat untuk membunuh dan juga mampu dijadikan alat untuk membuat kebaikan seperti memotong sayur n daging.Ianya terpulang kepada kita iaitu manusia untuk menggunakannya ke arah yg mana..Kebaikan atau keburukan??tepuk dada tanya Iman.


psst2: terfikir untuk deactivate facebook...masih berkira2 lagi.Sedang mempertimbangkan keburukan n kebaikannya.Jika keburukannya melebihi kebaikan kenapa teragak2 lagi?Mari tinggalkan apa yg meragukan itu..wallahualam.


psst3: pernah menyaksikan sendiri seorg hamba Allah marah2 kerana gambar lama2nya semasa tidak menutup aurat yg diupload sendiri di FB yg telah didelete setelah sekian lama diupload kembali oleh kwn2 secara tak sengaja.Beliau kini yg sudah berpenampilan muslimah agak terkilan. Facebook sebenarnya lebih bnyak memberi masalah kpd para muslimah berbanding muslimim.Bila sudah jadi mcm ni, menyesal pon tak guna.Jadi pengajarannya, tak payahlah nak upload gambar posing sana sini, nak tunjuk kat sapa? cukuplah simpan gambar tu semua nanti tunjuk kat bakal suami jelah nanti ye.Settle problem.. ^_^
Link ke posting ini
Author: haikal ambri
•23.18


banner yg digubah secara kreatif dan kritis oleh biro informasi..syukran atas usaha kalian semua



ketika acara makan2 waktu malam..syukran kepada biro masakan atas lauk2 yg sangat lazat..



kambing yg trpilih..alhamdulillah tahun ni dpt 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing



ketika penyembelihan dilakukan....



kasih sayang terakhir kepada lembu...huhu




assalamualaikum w.b.t

Rasanya belum terlambat untuk ucapkan
"selamat hari raya aidiladha' buat semua
saya nak kupas sedikit tentang hari kebesaran yg kita sambut ini
adakah ianya sekadar suatu hari yg dimana kita bercuti dan menjamu mata sahaja
dgn melihat penyembelihan haiwan2 dilakukan
ataupun mungkin hari di mana kita menjamu jasmani dgn juadah semata2
mudah sekali jawapannya..
sudah tentu tidak..


..Aidil Adha..
inilah hari di mana kita kembali memperingati sejarah perjuangan sang kekasih Allah
Nabi Ibrahim dan putranya Ismail
dlm menyebarkan dakwah tauhid di tgh2 manusia
yg mempertuhankan selain dari Allah
Inilah kisah yg akan selalu mengharubirukan perasaan kita
saat menyemak kembali dlm al-Quran
Surah As-Saffat (37: 100-111)



37-100:
"Rabbi (wahai Tuhanku)! Kurniakanlah kepadaku daripada (keturunan) orang yang salih.”


37-101:
Maka Kami (Allah) berikannya khabar gembira dengan seorang anak yang penyantun.


37-102:
Maka tatkala anak itu sampai (umur) berusaha bersama-samanya (Ibrahim), dia berkata: "Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam tidurku (mimpi) bahawa aku menyembelih engkau. Maka fikirkanlah, apa pendapatmu!" Dia (anaknya) menjawab: "Wahai bapaku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada engkau, Insya’llah engkau akan mendapati aku termasuk orang yang sabar."


37-103:
Tatkala kedua-duanya telah aslim (berserah diri), dan dia (Ibrahim) membaringkan (anak)nya atas kening(nya).


37-104:
Dan Kami (Allah) panggillah dia: "Wahai Ibrahim!”


37-105:
“Sesungguhnya engkau telah membenarkan mimpi itu." Sesungguhnya demikianlah Kami (Allah) memberi balasan kepada orang muhsinin (yang berbuat baik).


37-106:
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.


37-107:
Dan Kami (Allah) tebus (ganti) dia (anak itu) dengan (seekor) sembelihan yang besar.


37-108:
Kami (Allah) tinggalkan atasnya (Ibrahim) pada orang yang datang kemudian.


37-109:

Salam atas Ibrahim.



37-110:

Demikianlah Kami (Allah) memberi balasan kepada orang muhsinin (yang berbuat baik).



37-111:

Sesungguhnya dia (Ibrahim) termasuk hamba-hamba Kami (Allah) yang beriman.



inilah kisah ketaatan dan kepatuhan
dua orang hamba kepada Sang Khaliq
yg akan selalu dikenang di sepanjang sejarah ketamadunan manusia
yg selanjutnya akan memberi kita
"energy" cinta dan pengorbanan
saat menjejak perjalanan sang nabi,isterinya Siti Hajar
dan Ismail dlm ritual haji


"tidak ada cinta tanpa pengorbanan"
"tiada pengorbanan tanpa rasa cinta kerana perasaan rela berkorbanlah maka perasaan menjadi sangat berharga"


kerana perasaan cinta inilah kasih Ibrahim terhadap Ismail yg telah ditunggu sekian lama dikorbankan demi cinta yg lebih utama..
Cinta pada sang Khaliq..
Subhanallah..
Kerana perasaan cinta inilah kesedihan dan kepentingan diri diletakkan ke sisi
saat menerima perintah untuk meninggalkan dua permata berharga iaitu Siti Hajar dan Ismail yg masih menyusu di tgh2 padang pasir yg gersang..
Kerana cinta inilah juga ketabahan dicengkam dgn tidak membelakangi cinta pada Ya Rabb
Mari contohi nabi Ibrahim
adakah selama ini kita meletakkan cinta kita di tempat yg sepatutnya?
adakah ianya bersinar dalam keimanan seperti Ibrahim
atau
kelam dalam sirna kemaksiatan dan kesongsangan dunia?


"Cinta bukanlah nafsu ingin memiliki
cinta bukanlah kegelisahan
cinta bukanlah meminta
cinta bukanlah kesusahan
tetapi
cinta adalah pengorbanan
cinta adalah memberi
cinta adalah sedekah
cinta adalah ketenangan
cinta bukan sekadar kata
cinta adalah bukti aksi nyata"


apakah pula bukti cinta kita kepada Allah..
kerana cinta perlukan aksi bukti yg nyata...
cinta perlu memberi..
cinta bukan sekadar menerima
apa yg sudah kita beri kepadaNya sebagai balasan atas nikmat yg kita terima
dosa??maksiat??kefasikan?kecurangan?
ataupun
sedekah,pahala jariah,amal kebajikan?
jika ini alhamdulillah... ^_^


psst: Inna lillah wa inna 'ilayhi raji'un..sehari selepas Hari Raya Aidil Adha mendapat panggilan telefon dari Malaysia.Abg saudara yg baru berumur 27 tahun yg membesar bersama2 dari kecil telah kembali ke rahmatullah pukul 1.30pagi.Taksangka raya aidil fitri kelmarin mnjadi titik pertemuan terakhir buat kami.Arwah meninggalkan seorang isteri dan 3 org anak yg masih kecil.Semoga isteri arwah bersabar atas ujianNya.Semoga rohnya dicucuri rahmat dan ditempatkan dikalangan hambaMu yg soleh..Masa beliau telah tiba,bila pula tibanya giliran kita?sudah bersediakah kita?~al-Fatihah


psst1: sangat terkesan dgn beberapa kematian org2 terdekat beberapa ketika ini.Sepanjang berada di sini sudah 4-5 orang saudara mara pergi menyambut seruan ilahi.Maaf kerana tidak dapat pulang..Saya panjatkan doa dan sekalung yassin untuk anda semua..Mungkin ini adalah peringatan buat kita yg masih hidup untuk memperbaiki diri.Bila lagi mahu berubah?Adakah sehingga kematian sudah menjemput baru ingin berubah??harap maaf kerana kematian tiada postpone...sudah tiada guna jika malaikat sudah dtg menjemput..sama2lah ambil iktibar..


psst2: penat betul terpaksa pakai topeng "ceria" ni sedangkan hanya Allah tahu apa yg tersirat dlm hati..


psst3: alhamdulillah..berpeluang dan berjaya menyembelih sendiri seekor kambing dgn tangan sendiri..sebelum ni tahu teori je tapi alhamdulillah allah bg peluang untuk buat praktikal..Sekalung penghargaan dan terima kasih juga buat semua yg membantu menjayakan program Quban pada tahun ni.Maaf atas salah silap dalam mengetuai program pada tahun ini..yang baik semuanya dtg dari keizinan Allah dan yg buruk dtgnya dari kelemahan diri saya sendiri.Marilah sama2 kita Buktikan Cinta kita kepada Sang Pencipta..Moga qurban kali ni membawa erti dan makna tersendiri dalam mencorak perjalanan hidup kita untuk mencari redhaNya.


Link ke posting ini
Author: haikal ambri
•17.27

solehah bukan sahaja dari penampilan tetapi dari hati...


Suatu kisah
Kisah benar belaka
seorang pemuda dalam pencarian
Mencari pemilik rusuk kirinya
Sudah bertahun bersendirian
Muncullah calon yang entah ke berapa
Seperti biasa
Diusulkan emak tersayang



Bukan calang-calang calon yang diusulkan
Lulusan universiti Timur Tengah
Menghormati permintaan si anak
Yang mahu pendamping solehah
Sejuk mata memandang
Bertudung labuh litup
Pandai berbahasa Arab
Pendek kata terbaiklah..



Si pemuda mulakan istikharah
Hampir berminggu
Setelah meneliti gambar
Mula mencari maklumat
Sebelum sesi taaruf bermula



Si pemuda menjenguk ke web
Laman Friendster kegemaran ramai
Yang kini mungkin Facebook
Satu keajaiban!!!
Si lelaki tidak pernah punya web sedemikian
Tiba-tiba tergamam
Si gadis masih anggun
Bertudung labuh litup
Namun, bergambar sakan
Aduh!



Terkejut bukan kepalang
Calon solehah direject tanpa ihsan
Bukan menjadi pilihan
Kerana gambar ditayang
Dengan penuh sakan
Pemilihan terbatal



Dia pernah berkata
Perempuan cantik itu
Tidak memandang dan tidak dipandang
Perempuan cantik itu
Tidak mengenali dan tidak dikenali
Perempuan cantik itu
Tidak menegur dan tidak ditegur



Akhirnya
Solehah kempunan calon soleh
Merayu untuk dipertimbangkan
Tapi sayang sekali
Si pemuda tetap
Tidak berganjak dengan keputusan



Wahai Muslimah
Aku dan kamu
Mari mempelajari, mencontohi
Watak-watak wanita salafussoleh
Sifat, pengorbanan dan perjuangan mereka
Kerana wanita solehah itu
Lebih baik daripada
seribu lelaki yang tidak soleh



psst: sekadar perkongsian...lelaki juga harus soleh jika dambakan wanita solehah.. :)

Link ke posting ini